Duck hunt
Kucing header
JP PetShoop 2011

Pada masa silam diyakini bahwa nenek moyang kucing adalah
Miacis, binatang liar pada masa Eosen yang sosoknya mirip
musang.
Catatan paling awal tentang usaha domestikasi kucing adalah
sekitar tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing digunakan untuk
menjaga toko bahan pangan dari serangan tikus. Pada tahun 1.800-an ditemukan suatu kuburan atau tepatnya
"situs" berisikan 300.000 mumi kucing dalam keadaan masih
utuh, yang menandakan dahulu kucing memang suatu hewan
yang spesial. Orang Mesir kuno menganggap kucing sebagai
penjelmaan Dewi Bast, juga dikenal sebagai Bastet atau Thet, dan jika ada
kucing yang mati kadang dimumikan seperti halnya manusia.

Pada masa ini, orang masih percaya bahwa kucing hitam adalah
pembawa sial sementara ada yang percaya bahwa kucing hitam
justru membawa keberuntungan. Kucing juga masih
diasosiasikan dengan sihir. Kucing hitam sering diasosiasikan
dengan Halloween. Penganut wicca dan neopaganisme yang lain
mempercayai bahwa kucing sebenarnya baik, mampu
berhubungan dengan dunia lain, dan dapat merasakan adanya roh
jahat.

Seperti halnya hewan yang telah mengalami domestikasi
(penjinakan), kucing hidup dalam hubungan mutualistik dengan
manusia. Tapi sejarah mutualisme ini jauh lebih pendek
dibandingkan dengan hewan domestikasi yang lain dan tingkat
domestikasi kucing juga masih diperdebatkan. Karena keuntungan
yang diperoleh dari adanya kucing, maka manusia membiarkan
kucing liar berkeliaran di pemukiman. Nenek moyang kucing
rumahan tidak terlalu dekat dengan pemiliknya, berbeda dengan
hewan domestik yang lain. Sejarah inilah yang mungkin
menyebabkan tidak adanya ikatan yang kuat yang dimiliki kucing
pada pemiliknya. Akibatnya, kebanyakan pemilik kucing
menganggap kucing adalah hewan yang tidak terlalu peduli dan
mandiri. Namun, kucing dapat sangat dekat dengan pemiliknya,
terutama jika ia dibesarkan sejak kecil dan sering mendapatkan
perhatian.

Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di
dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi
sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia,
siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di
tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah
1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan
keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

l Back l
l Home l

07/04/26
online 1
Total 187